Rumah Program Riset Dasar Bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (Rincian Output – Model Hasil Riset dan Inovasi Rancangan Konsep dan Metode Bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra)
Riset dasar di bidang arkeologi, bahasa, dan sastra akan memberikan fokus pada pengembangan teori, konsep dan metode riset yang selama ini menjadi arus utama (mainstream) dari riset-riset arkeologi, bahasa, sastra dan khazanah keagamaan dan peradaban. Bagaimana sebuah teori yang selama ini berasal dari perkembangan pemikiran sosial-humaniora dari negara-negara luar Indonesia menjadi kerangka penelitian termasuk penggunaan konsep dan metode untuk melakukan risetnya, diwujudkan dalam konsep-konsep tertentu dalam berbagai ilmu humaniora. Kemudian metode yang digunakan dalam riset untuk mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan riset. Riset dasar terkait Arkeologi, Bahasa dan Sastra diperlukan untuk (1) pengembangan teori-teori yang dapat menjawab persoalan arkeologi, bahasa, dan sastra secara lebih kontekstual dan inovatif; (2) pengembangan konsep-konsep dalam arkeologi, bahasa, sastra dan khazanah keagamaan yang lebih membumi, kontekstual dan dinamis dari hasil-hasil riset di Indonesia dan (3) pengembangan metode riset dengan memanfaatkan infrastruktur riset yang tersedia.
Rincian Output
Pada tahun 2026 kegiatan riset ditargetkan menghasilkan keluaran (rincian output) berupa Model Hasil Riset dan Inovasi Rancangan Konsep dan Metode Bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastrasebanyak 5 model yaitu sebagai berikut
- Model Pengembangan Konsep dan Metode terkait Multikulturalisme di Berbagai Situs Arkeologi
- Model Pengembangan Konsep, dan Metode terkait Warisan Keagamaan di Indonesia
- Model Pengembangan Konsep dan Metode terkait Manuskrip dan Tradisi Lisan
- Model Pengembangan Konsep dan Metode Dokumentasi Bahasa di Indonesia
- Model Pengembangan Konsep dan Metode Komunikasi Lintas Budaya di Indonesia
Metode Riset
Pelaksanaan kegiatan riset dalam Rumah Program Riset Dasar bidang Arkeologi, Bahasa, dan Sastra dilakukan melalui metode desk study, tanpa pengumpulan data lapangan. Kegiatan riset tetap mengakomodir pelaksanaan FGD dan/atau workshop sebagai forum diskusi ilmiah untuk penjajakan, pengembangan, serta pengujian awal konsep, kerangka pemikiran, dan pendekatan metodologis riset dengan melibatkan kolaborator riset yang relevan, seperti perguruan tinggi, lembaga atau instansi terkait, organisasi riset di lingkungan BRIN, lembaga riset independen, serta kolaborator lain yang memiliki kepakaran sesuai dengan tema riset dasar yang dikembangkan. Peserta program pendidikan pascasarjana untuk jenjang S-2 dan S-3, termasuk dalam skema Degree by Research (DbR) BRIN diharapkan dapat terlibat dalam skema ini untuk memperkuat penguasaan teori, konsep dan metode riset.
Untuk informasi selengkapnya, dapat dilihat Panduan Call for Joint Collaboration