Energi Berkelanjutan

Energi Berkelanjutan TA 2026

Pendaftaran : 03 December - 10 December 2025

Proposal Masuk : 75

Organisasi Riset Energi dan Manufaktur pada Tahun Anggaran 2026 memiliki rumah program hasil riset dan inovasi teknologi energi berkelanjutan. Pada rumah program hasil riset dan inovasi teknologi energi berkelanjutan memiliki klaster yang terbagi sebagai berikut :

  1. Teknologi Kelistrikan
  2. Teknologi Green Fuel
  3. Teknologi Migas dan Batubara
  4. Teknologi Waste to Fuel

1. Klaster Teknologi Kelistrikan

1.1. Sub Klaster Microgrid

Riset ini bertujuan mendukung kemandirian energi desa dan program de-dieselisasi dengan mengembangkan microgrid berbasis potensi lokal yang andal, efisien, dan dapat direplikasi. Kegiatan mencakup desain arsitektur microgrid sesuai kondisi geografis dan kebutuhan beban, integrasi EBT (surya, angin, mikrohidro, biomassa) dengan BESS, serta pengembangan smart microgrid controller, AI-based Energy Management System (EMS), dan hybrid inverter modular untuk DC Microgrid. Selain membangun testbed dan sistem monitoring berbasis cloud, riset juga menyertakan kajian operasional, kelayakan ekonomi, aspek keselamatan, serta model implementasi lapangan untuk siap diterapkan sebagai pilot project skala desa.

1.2. Sub Klaster Smartgrid

Riset ini bertujuan mendukung transformasi jaringan listrik nasional menuju sistem tenaga yang lebih cerdas, aman, efisien, dan optimal dalam memanfaatkan energi terbarukan serta elektrifikasi transportasi. Kegiatan mencakup peramalan energi terbarukan, demand response, pengembangan Green Hub untuk integrasi teknologi DC|AC Grid, serta platform Virtual Power Plant (VPP) untuk pengelolaan Distributed Energy Resources. Riset juga mengembangkan smart charging, Vehicle-to-Grid (V2G), serta model dan aplikasi transaksi energi komunitas (P2P). Selain algoritma kontrol, sub-cluster ini mencakup kajian electrical safety, EMI/EMC pada SPKLU, ESS, dan sistem proteksi untuk memastikan keandalan implementasi smart grid nasional.

 

2. Klaster Teknologi Green Fuel

2.1. Sub Klaster Sustainable Aviation Fuel (SAF) 

Sustainable Aviation Fuel (SAF) Kajian meliputi pengembangan Feedstock SAF yang berkaitan dengan Standarisasi untuk kualitas bahan baku POME (pengambilan sampel, pengecekan sampel, metoda analisa, dll), Kajian bahan baku SAF alternative selain PFAD, UCOME, POME, inovasi teknologi proses HEFA untuk bahan baku alternative, dan juga simulasi untuk optimasi proses HEFA POME. Selain itu juga meliputi pengembangan teknologi produksi SAF berbasis Alcohol to Jet Fuel untuk mendukung Roadmap SAF nasional. Pada kegiatan ini juga akan focus pada produksi Hidrogen untuk HEFA SAF melalui optimasi katalis untuk raw material gliserol dan optimasi katalis untuk raw material biomassa.

2.2. Sub Klaster Sistem Produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF)

Fokus riset pada evaluasi metode ekstraksi minyak dari POME, analisis profil emisi gas rumah kaca, dan analisis keekonomian rute POME menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF).

2.3.  Bioethanol

Potensi untuk diimplementasikan dalam bioethanol E10, E20, sampai E100 pada kendaraan akan dikaji melalui kajian menyeluruh dari hulu ke hilirnya baik berkaitan dengan karakterisasi bahan baku, Desain plant bioethanol, maupun uji kinerja bioethanol rasio tinggi pada Kendaraan.

2.4 Syngas

Kegiatan ini akan melaksanakan kajian gasifikasi untuk bahan bakar perahu nelayan yang berfokus kepada karakterisasi bahan baku, desain sistem gasifikasi, karakterisasi syngas yang dihasilkan dari proses yang dikembangkan, dan uji kinerja engine kapal nelayan berbahan bakar syngas.

 

3. Klaster Teknologi Migas dan Batubara

3.1. Sub Klaster Non Konvensional MIGAS

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengkaji potensi pemanfaatan cadangan migas non konvensional (MNK) yang berasal dari minyak ultra berat/bitumen aspal dari pulau Buton (Asbuton) yang memiliki cadangan terbukti diatas 800 juta barel. Risetnya akan focus kepada Ekstraksi minyak ultra berat dari Asbuton untuk peningkatan efisiensi ekstraksi dan evaluasi proses yang lebih ekonomis serta ramah lingkungan.

3.2. Sub Klaster Low Rank Coal

Kegiatan riset difokuskan pada pengembangan teknologi dan purwarupa atau prototipe sistem benefisiasi batubara peringkat rendah melalui proses pengeringan, pemisahan pengotor dan/atau ekstraksi komponen bernilai, serta teknologi stabilisasi. Riset ini juga ditujukan untuk meningkatkan nilai kalor, menurunkan kadar air, serta menghasilkan produk bahan bakar padat siap pakai dengan nilai tambah lebih tinggi, sesuai prinsip carbon refinery.

 

4. Waste to Energy

4.1. Sub Klaster Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)

Permasalahan penumpukan sampah domestik memerlukan solusi teknologi yang tidak hanya menghasilkan energi tetapi juga mampu mereduksi volume sampah secara signifikan (optimalisasi pemusnahan). Proposal ini mengajukan pengembangan purwarupa PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) yang mengintegrasikan dua pendekatan termal utama: (1) Direct Combustion (Insinerasi) untuk pemusnahan massal dengan pemanfaatan panas (steam/ORC), dan (2) Gasifikasi Lanjut (Fixed/Fluidized Bed & Ultra High Temperatur) untuk konversi presisi menjadi bahan bakar sintetik (syngas/hydrogen). Sistem didukung oleh teknologi hulu (pemilahan IoT) dan hilir (CCUS & Engine modification) untuk memastikan efisiensi energi tinggi dan emisi karbon rendah menuju Net Zero Emission.

4.2. Sub Klaster Waste to Fuel

Kegiatan ini adalah kajian teknologi untuk membuat sebuah plant pengelolaan waste to fuel yaitu: Pretreatment plastic waste yang merupakan Next Generation Plastic oil Plant seperti Teknologi solid waste separator, Teknologi flue gas treatment, Teknologi sistem kontrol plastic oil fractionation, Plastic waste cleaning and drying, non-plastic solid waste drying, Reaktor plastic oil plant, dan juga terkait peningkatan kualitas minyak plastik menjadi bahan baku kilang minyak dan bahan bakar minyak untuk sektor transportasi seperti Kesesuaian produk dengan regulasi bahan bakar diesel, bensin, kerosen, dan crude oil untuk feeding ke kilang.

Persayaratan Administrasi :  

  1. Ketua Periset berstatus sebagai SDM Iptek pada Badan Riset dan Inovasi Nasional;
  2. Ketua Periset harus memiliki afiliasi dengan Kelompok Riset dan mendapat persetujuan Koordinator Kelompok Riset tersebut;
  3. Setiap periset hanya dapat mengajukan 1 proposal (sebagai ketua periset);
  4. Setiap periset boleh menjadi anggota di beberapa proposal Rumah Program (maksimal 2 kegiatan);
  5. Tim harus melibatkan Minimal 1 (satu) orang sivitas dari Organisasi Riset Energi dan Manufaktur;
  6. Tidak berstatus sebagai pegawai tugas belajar atau pegawai cuti di luar tanggungan negara atau pegawai pelatihan posdoctoral di Luar Negeri;
  7. Ketua Tim yang sedang menjalani Program Degree by Research (DBR) akan mendapatkan nilai lebih (melampirkan bukti penerimaan LOA);
  8. Tim Periset memiliki rekam jejak riset yang sesuai dengan bidang riset yang diajukan dalam proposal;
  9. Anggota periset sekurang-kurangnya 1 orang adalah SDM IPTEK Badan Riset dan Inovasi Nasional;
  10. Minimal beranggotakan 4 orang dan maksimal beranggotakan 10 orang;
  11. Bersedia mengikuti tahapan seleksi berupa reviu administrasi, substansi dan anggaran;
  12. Proposal yang sudah melakukan self assesment klirens etik pada website https://klirensetik.brin.go.id/ akan mendapatkan penilaian lebih.

🔗 Dokumen Persyaratan : https://s.brin.go.id/l/CFJCOREM2026

Proposal

Energi Berkelanjutan - Energi Berkelanjutan TA 2026

Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Energi Berkelanjutan - Energi Berkelanjutan TA 2026

Surat Pernyataan Komitmen

Energi Berkelanjutan - Energi Berkelanjutan TA 2026

Energi Berkelanjutan TA 2026
Seleksi Administrasi
06 Dec 2025 00:00 15 Dec 2025 23:59
Seleksi Substansi
12 Dec 2025 00:00 06 Jan 2026 23:59

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Dr. Hari Setiapraja S.T., M.Eng. +62813-1095-8785