RIIM Kolaborasi Internasional Koleksi, Karakterisasi, dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar Musa acuminata Indonesia Tahun 2026

Batch 1_RIIM Kolaborasi Pisang 2026

Pendaftaran : 19 January - 03 February 2026

Proposal Masuk : 11

Pisang adalah salah satu tanaman pangan utama di dunia dengan produksi yang didominasi oleh genotipe tertentu seperti Cavendish, yang berkontribusi lebih dari 55% pada produksi global, plantain Afrika dengan hampir 15%, dan pisang dataran tinggi Afrika Timur yang menyumbang lebih dari 10%. Upaya pemuliaan di Afrika Timur dan Tengah dalam dua dekade terakhir telah membuahkan hasil, dengan varietas pertama yang dirilis menunjukkan peningkatan hasil sebesar 50-70% dibandingkan varietas lokal, meskipun profil produknya kurang diminati konsumen. Hal ini mendorong pengembangan varietas berikutnya untuk lebih memperhatikan preferensi konsumen tanpa mengesampingkan peningkatan hasil.

Pemuliaan pisang secara klasik menghadapi tantangan karena fertilitas yang rendah pada kultivar hibrida, yang mengakibatkan produksi biji sangat sedikit atau bahkan gagal. Dibutuhkan lahan yang luas untuk menghasilkan cukup biji dari persilangan tetua pisang hibrida. Selain itu, struktur genom yang berbeda pada subspecies atau leluhur pisang menyebabkan linkage drag yang besar, membuat pemisahan alel yang diinginkan dari yang tidak diinginkan hampir mustahil. Namun, dengan plasma nutfah pisang liar yang sesuai, diharapkan dapat dirancang ulang pemuliaan pisang untuk meningkatkan fertilitas berdasarkan kelompok struktur genom.

Pisang triploid umumnya lebih steril dibandingkan diploid, sehingga penting untuk memiliki tiga breeding pool guna menghasilkan hibrida triploid dengan struktur ideal A1A2A3, yang mirip dengan Cavendish dan Gros Michel yang sangat produktif dan memiliki profil produk yang disukai konsumen. Transisi ke keturunan triploid dapat terjadi melalui skema persilangan antara galur diploid dan tetraploid. Teknologi seperti double haploid dan silang balik juga dapat digunakan untuk meningkatkan sifat penting pada induk.

Untuk menguji skema pemuliaan yang lebih tervalidasi dan efisien, maka diperlukan koleksi gen pisang liar (gene bank). Riset untuk mendukung mitigasi Banana Bunchy Top Virus (BBTV) pada tahun 2021-2023, yang merupakan kerjasama BRIN dan The University of Queensland, telah meletakkan dasar untuk koleksi Musa acuminata liar. Untuk melanjutkan kegiatan tersebut dan mempercepat proses pemuliaan dengan pendekatan teknologi pemuliaan baru yang tervalidasi maka BRIN bekerja sama dengan LPDP Kementrian Keuangan dan  Gates Foundation (GF) membuka program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju Karakterisasi dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar (Musa acuminata) Indonesia. Program ini dapat digunakan sebagai platform strategis bagi periset BRIN dan universitas-universitas di Indonesia untuk dapat berkolaborasi dengan mitra strategis lainnya seperti industri dan pemerintah daerah. Selain itu program ini juga membuka kesempatan untuk dapat berkolaborasi dengan universitas dan lembaga lainnya di luar negeri yang memiliki pengalaman karakterisasi dan pra pemuliaan menggunakan berbagai pendekatan teknologi. Strategi pemuliaan pisang, secara keseluruhan akan dilakukan dengan kegiatan-kegiatan yang dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) tahapan riset sebagai berikut:

1) Tema 1: Eksplorasi dan koleksi pisang liar Musa acuminata

2) Tema 2: Karakterisasi pisang liar

3) Tema 3: Pra Pemuliaan/Pemuliaan

4) Tema 4: Pelepasan Varietas

Skema RIIM kolaborasi internasional 2026 akan difokuskan pada Tema 2 dan Tema 3 dengan 7 topik kegiatan riset seperti yang dijelaskan dalam panduan kegiatan. Pendanaan riset merupakan pendanaan bersama antara BRIN, LPDP dan GF. 

  1. Membuat proposal dalam Bahasa Inggris, sesuai format (template) dan wajib  ditanda-tangani secara elektronik atau TTD basah dan cap instansi (Pengusul dan Kepala PR/Pimpinan setingkat Eselon 2).
  2. Jumlah  periset dalam 1 (satu) kegiatan maksimal 11 (sebelas) orang yang terdiri dari 1 (satu) orang Ketua Tim dan 10 (sepuluh) orang Anggota Tim.
  3. Ketua Tim wajib S3, tidak sedang Tugas Belajar, post-doctoral di luar negeri, atau cuti di luar tanggungan negara.
  4. Tim wajib melibatkan minimal 1 orang atau lebih periset dari Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN.
  5. Periset maksimal dapat terlibat dalam 3 (tiga) kegiatan riset RIIM Kolaborasi Pisang.
  6. Periset dapat menjadi Ketua Tim maksimal dalam 1 (satu) kegiatan riset dan menjadi anggota di 2 (dua) kegiatan lainnya atau menjadi anggota di 3 (tiga) kegiatan riset RIIM Kolaborasi Pisang
  7. Bersedia mengikuti tahapan seleksi berupa reviu administrasi, substansi, dan anggaran.
  8. Seluruh anggota tim wajib melakukan persetujuan di halaman Profil - Riwayat Proposal Program sebelum melakukan Submit proposal.

Dokumen Proposal

RIIM Kolaborasi Internasional Koleksi, Karakterisasi, dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar Musa acuminata Indonesia Tahun 2026 - Batch 1_RIIM Kolaborasi Pisang 2026

Dokumen RAB

RIIM Kolaborasi Internasional Koleksi, Karakterisasi, dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar Musa acuminata Indonesia Tahun 2026 - Batch 1_RIIM Kolaborasi Pisang 2026

Batch 1_RIIM Kolaborasi Pisang 2026
Seleksi Administrasi
04 Feb 2026 00:00 07 Feb 2026 23:59
Seleksi Substansi
08 Feb 2026 00:00 21 Feb 2026 23:59

email: kerjasama.orhl@brin.go.id