Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian TA 2026

Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian TA 2026

Pendaftaran : 02 December - 17 December 2025

Proposal Masuk : 43

Melalui mekanisme pendanaan riset dan inovasi yang ada di DFRI, pendanaan riset dan inovasi salah satu nya difokuskan pada bidang kebencanaan dan sumber daya kebumian dengan menargetkan jumlah Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian pada Tahun Anggaran 2026 sebanyak sebanyak 8 Model. Penentuan target tersebut berdasarkan tren jumlah model hasil dan riset inovasi yang telah dicapai dalam bidang kebencanaan dan sumber daya kebumian dalam periode 2023-2024. Melalui program pendanaan riset inovasi ini, dan nantinya dilaksanakan oleh Organisasi Riset Kebumian dan Maritim diharapkan pula mampu menghasilkan luaran kegiatan riset dan inovasi yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) BRIN Tahun 2025-2029. Fokus riset pada Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian adalah:

  1. Mitigasi Kebencanaan Hidrometeorologi dan Klimatologi;
  2. Mitigasi Kelangkaan Mineral Kritis dan Strategis; dan
  3. Mitigasi Kebencanaan Lingkungan dan Maritim.

Adapun target kinerja terdiri dari model perbaikan sumber daya air, model DSS pengelolaan SDA, model penataan fungsi ruang dan aplikasi teknologi untuk keberlanjutan fungsi sumber daya air, model transport polutan dan sebaran kontaminan dari sumber pencemar, model prediksi sebagai dasar mitigasi bencana hidrometeorologi, model pengelolaan daerah paparan banjir, model transport polutan dan sedimen dari daerah tangkapan air (DTA) serta sebarannya pada badan air dan model iklim untuk pengelolaan sumber daya air.

Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian dengan fokus riset kebencanaan hidrometeorologi dan klimatologi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang mekanisme terjadinya cuaca dan iklim ekstrim di Indonesia. Ini mencakup fenomena seperti hujan ekstrem, petir, angin kencang, dan kemarau panjang yang dapat menyebabkan bencana hidro-meteorologis seperti banjir, longsor, puting beliung, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan dan menghasilkan model pengelolaan DAS dan badan air di dalamnya berbasis ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi  untuk mengatasi permasalahan sumber daya air guna mewujudkan ketahanan air. Lebih jauh, kegiatan riset ini tidak hanya berfokus pada bencana hidrometeorologi darat, tetapi juga mencakup aspek kebencanaan lingkungan dan maritim yang semakin penting bagi ketahanan nasional. Oleh karena itu, sasaran yang akan dicapai melalui kegiatan ini meliputi: 

  1. Tersedianya model cuaca dan iklim ekstrim untuk kebijakan pembangunan berketahanan iklim;
  2. Tersedianya model pengelolaan sumber daya air untuk mewujudkan ketahanan air yang berkelanjutan;
  3. Tersedianya model perbaikan kualitas air, dan pengendalian erosi, sedimentasi dan banjir;
  4. Tersedianya model pemantauan dan mitigasi environmental hazard (pengasaman laut, eutrofikasi, hipoksia, dan pencemaran);
  5. Tersedianya model prediksi berbasis data oseanografi untuk mendukung peringatan dini kejadian ekstrem maritim dan keselamatan pelayaran;
  6. Tersedianya model geologi pengkayaan mineral kritis strategis termasuk REE (rare earth elements).

Lokus kegiatan riset model hasil riset dan inovasi kebencanaan dan sumber daya kebumian yang akan dilakukan yaitu di wilayah sumber daya air di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lokus kegiatan untuk mitigasi kelangkaan mineral kritis dan strategis, dan mitigasi bencana lingkungan dan maritim adalah di perairan paparan Sunda dan wilayah timur Indonesia.

Principal Investigator

  1. Berstatus sebagai SDM IPTEK (Peneliti / Perekayasa) aktif pada Pusat Riset di lingkungan BRIN;
  2. Berpendidikan minimal S2 dengan rekam jejak riset yang relevan. Jika kegiatan riset membutuhkan skema pendanaan lainnya (misal: RIIM Kolaborasi Internasional, RIIM Invitasi Strategis), maka harus berpendidikan S3;
  3. Bukan Pegawai Tugas Belajar dan Postdoctoral;
  4. Periset hanya diperkenankan menjadi Principal Investigator dalam 1 kegiatan riset dan menjadi anggota di 1 kegiatan lainnya dalam Rumah Program di lingkungan ORKM;
  5. Tidak sedang melaksanakan cuti di luar tanggungan negara.

Anggota Tim

  1. Jumlah anggota tim 2 s.d 9 orang (selain Principal Investigator) dalam satu kegiatan.
  2. Harus melibatkan minimal satu periset ORKM dengan kepakaran yang sesuai apabila Principal Investigator bukan periset ORKM.
  3. Harus melibatkan minimal satu civitas dari Perguruan Tinggi (Negeri atau Swasta; Dalam Negeri atau Luar Negeri).
  4. Dapat melibatkan anggota tim dari Lembaga Riset di luar BRIN, K/L, Pemerintah Daerah, dan elemen masyarakat yang relevan.
  5. Periset hanya diperkenankan menjadi anggota maksimal dua kegiatan dalam Rumah Program di lingkungan Organisasi Riset Kebumian dan Maritim.
  6. Seluruh anggota tim wajib melakukan persetujuan di halaman Profil Riwayat Proposal Program sebelum melakukan submisi proposal.
  7. Tidak sedang melaksanakan cuti di luar tanggungan negara.

Estimasi Kebutuhan Riset

Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian TA 2026 - Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian TA 2026

Proposal

Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian TA 2026 - Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian TA 2026

Model Hasil Riset dan Inovasi Kebencanaan dan Sumber Daya Kebumian TA 2026
Seleksi Administrasi
03 Dec 2025 00:00 19 Dec 2025 23:59
Seleksi Substansi
15 Dec 2025 00:00 31 Dec 2025 23:59

Email: rumahprogram.orkm@brin.go.id

Kontak PIC:

Galih - 0878 7872 8621 

Tiara - 0856 6945 9410