Di antara pulau-pulau besar Indonesia, Kalimantan dan Sumatra menyimpan potensi biodiversitas yang luar biasa. Kedua pulau ini memiliki biodiversitas yang sangat kaya dan beragam, menjadikannya salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di Indonesia, bahkan di dunia. Ekosistem di kedua pulau ini sangat beragam, meliputi hutan hujan tropis, pegunungan, dan pesisir, yang menjadi habitat bagi berbagai spesies endemik dan terancam punah. Sayangnya, sebagian kawasan di Kalimantan dan Sumatra masih belum dieksplorasi secara menyeluruh. Di sisi lain, biodiversitas di kedua wilayah ini menghadapi ancaman serius akibat deforestasi yang disebabkan oleh konversi lahan untuk perkebunan kelapa sawit, perburuan liar, dan perubahan iklim. Oleh karena itu, kegiatan ekspedisi dan eksplorasi menjadi salah satu upaya penting dalam mengungkap dan melestarikan biodiversitas tersebut.
Ekspedisi Biodiversitas Terestrial (e-BiTe) merupakan salah satu program unggulan yang dilaksanakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi sebagai pelaksananya. Program Batch 1 e-BiTe telah sukses dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Kalimantan Barat pada Juni-Juli 2025.
Pada Batch 2 e-BiTe, ekspedisi akan dilaksanakan di dua kawasan terpisah, yaitu di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di selatan Pulau Sumatra dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Kalimantan Barat. Ekspedisi ini akan melibatkan peneliti, akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan untuk survei biodiversitas, pendidikan taksonomi, dan pengembangan kebijakan konservasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terbentuk basis data yang komprehensif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan kebijakan pengelolaan sumber daya hayati berbasis sains, yang mendukung pelestarian biodiversitas Indonesia.
Pada Batch 2 e-BiTe, ekspedisi akan dilaksanakan di dua kawasan terpisah, yaitu di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) di selatan Pulau Sumatra dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Kalimantan Barat. Ekspedisi ini akan melibatkan peneliti, akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan untuk survei biodiversitas, pendidikan taksonomi, dan pengembangan kebijakan konservasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terbentuk basis data yang komprehensif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan kebijakan pengelolaan sumber daya hayati berbasis sains, yang mendukung pelestarian biodiversitas Indonesia.
Tujuan Kegiatan Riset
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk melakukan pengungkapan kehati Indonesia dalam bentuk ekspedisi biodiversitas terestrial melalui eksplorasi, koleksi dan identifikasi flora, fauna, dan mikroorganisme di dalam kawasan konservasi TNDS dan TWNC. Hasil dari kegiatan ini diharapkan menjadi bahan baku utama kegiatan riset pengungkapan kehati Indonesia dari kawasan konservasi TNDS dan (TWNC) yang masih belum banyak diungkap selama ini. Kegiatan riset pengungkapan kehati melalui riset biodiversitas, biosistematika, dan evolusi diharapkan mampu mengungkap kekayaan hayati, terutama yang endemik dan potensial sebagai dasar pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Pengungkapan kehati di dalam kawasan konservasi juga diharapkan dapat menekan kehilangan dan laju kepunahan hayati melalui langkah-langkah konservasi sumber daya alam.
Metode Pelaksanaan
a. Lokasi Penelitian
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penelitian lapangan dan penelitian laboratorium yang dilakukan di Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Provinsi Kalimantan Barat, Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) Lampung, dan Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Kawasan Sains Terpadu Soekarno BRIN di Cibinong, Bogor
b. Teknis Kegiatan
Sebanyak 40 (empat puluh) SDM yang terdiri dari 20 (dua puluh) periset gabungan dari BRIN, mitra, universitas, dan lembaga swadaya masyarakat akan melakukan ekspedisi Bersama dalam rangka penelitian lapangan dan peningkatan kapasitas terkait riset keanekaragaman hayati. Dua puluh SDM lainnya merupakan calon-calon kader unggul yang berminat dan/atau sedang menempuh jenjang pendidikan S2/S3 di bidang keanekaragaman hayati Indonesia. Pendanaan jenjang Pendidikan tersebut akan didukung oleh program Degree By Research BRIN dibawah bimbingan staf periset dari BRIN (Gambar 4).
Kegiatan penelitian akan berlangsung sepanjang tahun dengan target pengambilan data di musim hujan dan musim kemarau. Untuk periset gabungan diberikan waktu maksimal satu bulan per orang per gelombang keberangkatan untuk dapat melakukan pengambilan data di lapangan.
Hasil koleksi penelitian berupa spesimen-spesimen flora, fauna dan mikroorganisme akan diproses sesuai tujuan penelitiannya secara terbatas di lapangan sebelum akan diteliti, dipreservasi, atau dikultur lebih lanjut pada di laboratorium BRIN. Pengamatan-pengamatan morfologi, anatomi, morfometri dan genetika dilakukan lebih lanjut untuk dapat menyimpulkan temuan-temuan taksonomi baru yang didapatkan selama kegiatan di lapangan. Hasil pengamatan tersebut kemudian akan dijadikan pangkalan data dan kemudian akan dirumuskan sebagai landasan kebijakan (Gambar 5).
Ruang Lingkup Kegiatan
Kegiatan riset ekspedisi biodiversitas terestrial ini melakukan kegiatan penelitian mengungkap keanekaragaman biodiversitas. Kegiatan difokuskan pada riset penggunaan material penelitian berupa koleksi ilmiah hayati yang dikoleksi di lapangan serta koleksi tersimpan di referensi ilmiah BRIN yaitu Herbarium Bogoriense (untuk koleksi flora), Museum Zoologicum Bogoriense (koleksi fauna), Indonesian Culture Collection-InaCC (koleksi mikroorganisme), serta Kebun Raya (koleksi hidup flora).
Kegiatan Riset (Gambar 6) dapat berupa revisi kelompok taksa tertentu atau revisi taksa dalam wilayah/region tertentu di Indonesia. Revisi kelompok taksa terpilih yang dilakukan mempunyai target output berupa penemuan jenis baru, catatan baru, dan revisi status jenis/genus terpilih. Selain itu, kegiatan revisi taksa terpilih dan revisi taksa di wilayah/region tertentu dapat menyediakan data dan informasi yang diperlukan untuk menentukan status terkini keanekaragaman hayati Indonesia.
Kegiatan RIIM Invitasi Strategis Ekspedisi Biodiversitas Terestrial mempunyai fokus riset yaitu studi biosistematika keanekaragaman hayati dan pendekatan lainnya. Pengungkapan biodiversitas terestrial melalui pendekatan studi biosistematika mencakup 3 tema lingkup kegiatan dan 16 subtema. Sementara itu, pendekatan lainnya meliputi tema etnobiologi, ekolog
Fokus Riset
Tema
1.Mikroorganisme
2.Flora
3.Fauna
Biosistematika
Subtema
1.1. Prokariota
2.1. Kriptogam
3.1. Moluska dan Invertebrata lain
1.2. Mikologi
2.2. Magnoliid
3.2. Krustasea
1.3. Fikologi
2.3. Monokotil
3.3.Serangga dan Arthropoda lainnya
2.4. Orchidaceae
3.4. Iktiologi
2.5. Rosids
3.5. Herpetologi
2.6. Asterids
3.6. Aves
3.7. Mamalia
Pendekatan Lain
Etnobiologi
Ekologi
Fisiologi
Konservasi
Pelaksana Kegiatan
Pelaksana kegiatan ini adalah warga negara Indonesia ataupun warga negara asing yang sudah memiliki surat ijin penelitian dan visa riset, yang terdiri atas:
Periset (dari BRIN dan selain dari BRIN)
Periset BRIN: staf SDM IPTEK dan manajemen IPTEK, termasuk postdoctoral dari BRIN
Periset nonBRIN: Visiting Researcher, staf periset dari Universitas, Kementrian, LSM/NGO
Mahasiswa riset dan/atau calon mahasiswa DbR
Jadwal Kegiatan
Jadwal tahapan seleksi Call For Participation OR Hayati dan Lingkungan Tahun Anggaran 2026 dijelaskan sebagai berikut:
Kegiatan
Jadwal
Pengumuman pembukaan dan pendaftaran
1 s.d. 11 Februari 2026
Seleksi administrasi dan seleksi substansi
12 s.d 25 Februari 2026
Penetapan tim periset E-BiTe
26 s.d. 27 Februari 2026
Seleksi lanjutan untuk calon DBR E-BiTe
2 s.d 13 Maret 2026
Penetapan calon peserta DBR E-BiTE
31 Maret 2026
Pelaksanaan Ekspedisi TNBKDS 1
April–Mei 2026*
Pelaksanaan Ekspedisi TWNC
Juni-Juli 2026*
Pelaksanaan Ekspedisi TNBKDS 2
Oktober-November 2026*
*estimasi waktu, jadwal bisa bergeser sesuai situasi dan kondisi.
**komposisi tim setiap keberangkatan akan dikoordinasikan lebih lanjut
Target Output
Adapun target luaran dari kegiatan ekspedisi berupa:
Output Utama
Jurnal Internasional
Temuan Baru
Spesimen
Mahasiswa/i Degree by Research
Output Tambahan
Kekayaan Intelektual
Sekuens (mitokondria, kloroplas, whole genome)
Dataset
Pemodelan
Indikasi geografis
Pengetahuan tradisional
Pelaksana kegiatan Ekspedisi Biodiversitas Terestrial perlu memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Pengusul bersedia ditempatkan di lokasi penelitian selama waktu yang ditetapkan oleh penyelenggara program
Pengusul dari periset NonBRIN diutamakan telah memiliki pendanaan penelitian lapangan
Pengusul telah memiliki asuransi yang masih aktif minimal BPJS
Pendidikan terakhir pengusul minimal S1
Memiliki rekam jejak yang sesuai dengan tema kegiatan yang diusulkan
Untuk pengusul program DbR harus memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan Manajemen Talenta BRIN
Pengusul hanya bisa mengusulkan satu subtema
Bersedia mengikuti tahapan seleksi berupa review substansi, presentasi/wawancara bila diperlukan, dan pembekalan pra ekspedisi.
Pengusul melakukan pendaftaran melalui akun pendanaan riset dan inovasi.